BUNGA RAMPAI PEMUDA KRISTEN INDONESIA. ?
Written by Widowati Monday, 21 July 2008 15:46
Pendahuluan
Menurut Kamus besar bahasa Indonesia, bunga rampai adalah beberapa jenis bunga harum yang dicampur. Arti yang lain adalah kumpulan karangan pilihan atau kumpulan lagu pilihan atau kumpulan puisi atau prosa (antologi). Sepertinya (menurut penulis) kalau dikaitkan dengan keberadaan pemuda Kristen di Indonesia,semua arti diatas bisa diberlakukan. Pemuda Kristen di Indonesia ini berasal dari berbagai daerah / Gereja dengan kultur budaya yang berbeda baik system maupun adat/kebiasaannya. Semuanya memiliki kekhasan dan semuanya boleh dikatakan berbau harum, yang berbeda adalah warna dan jenisnya. Suatu karangan bisa bersifat ilmiah maupun fantasi / khayalan dan berbentuk prosa ataupun puisi serta bisa dilagukan atau sekedar untuk dibaca. (menurut penulis) apa yang dilakukan oleh pemuda Kristen dalam sejarah maupun sampai sekarang bisa pula diartikan bisa ilmiah (sesuai logika / masuk akal / bisa dibuktikan) bisa pula hanyalah khayalan.
Maksudnya ada cukup banyak pemuda Kristen yang memiliki sikap dan karya yang nyata, tetapi banyak pula yang hanya bisa mengkhayal, berdemo/protes/berdebat/mengkritik tetapi kehidupan sehari-harinya tidak seperti yang selalu dikoar-koarkan. Mau contoh?…..(ada yang bisa memberi contoh?) Tetapi sebenarnya kalau untuk yang khayalan ini, pemuda tersebut tidak layak disebut Kristen walaupun mungkin beragama Kristen. Apa yang dilakukan oleh pemuda Kristen akan seperti sebuah puisi yang indah dan lagu yang merdu yang memang dilagukan oleh mereka yang benar-benar Kristen kalau itu sangat bermakna dan menjadi berkat bagi Gereja dan masyarakat. Semua yang membacanya akan manggut-manggut setuju dan geleng-gelengmengatakan:”Luar biasa”.
Apa yang terjadi di Halmahera, Ambon, Papua dan beberapa tempat lain seperti Aceh dan Poso dalam beberapa tahun terakhir ini semestinya cukup (atau mungkin malah pasti) membangkitkan semangat para pemuda termasuk pemuda kristen untuk ikut terlibat aktif dalam segala hal yang sedemikian cepatnya berubah dan sulit untuk diprediksi datangnya.
Apa dan bagaimana sikap pemuda Kristen:
Pemuda selayaknya dan seharusnya memiliki hubungan yang sangat erat dengan gereja (lembaga maupun dalam makna persekutuan orang percaya). Apa yang dilakukan oleh gereja dan apa yang dilakukan oleh pemuda hendaknya saling mencerminkan dan saling mendukung. Gereja secara lembaga selalu mewadahi aspirasi dari pemudanya dan sebaliknya pemuda selalu mendukung kegiatan dan apa yang dilakukan gereja dan ikut memikirkan kemajuan gereja itu. Tugas panggilan gereja yang berintikan membawa damai dan menjadi berkat serta menyejahterakan manusia dan seluruh mahkluk (lingkungan hidup) yang biasanya dituangkan secara praktis lewat kegiatan diakonia,marturia dan koinonia. Menjadi surat Kristus yang terbuka untuk dibaca oleh seluruh umat yang berisikan kabar sukacita keselamatan. Dengan demikian apa yang menjadi Tugas dan panggilan gereja secara otomatis juga menjadi tugas dan panggilan bagi pemuda Gereja atau pemuda Kristen. Pemuda yang menjadi pengikut Kristus dan meneladan Kristus dalam segala tingkah laku dan sikap dan pikiran. Kristus tidak haus akan kekuasaan dan pujian. Kristus selalu melayani dan tidak menuntut dilayani, walau Alkitab juga menulis akan pelayanan seorang perempuan yang luar biasa yang sebetulnya tidak diharapkan oleh Yesus. Tetapi Yesus menerima pelayanan itu, yang diberikan dengan hati yang tulus. Yesus sangat menghargainya.
Kristus selama hidupnya sebagai manusia banyak memberi contoh tingkah laku yang sangat humanis, sangat memanusiakan manusia-tidak membedakan derajat, suku atau golongan, yang penting adalah apakah mereka mau menerima Dia, percaya Dia dan mengikuti Dia. Kristus sangat memihak kepada mereka yang lemah, tertindas dan teraniaya. Mereka yang terbuang dan tersisihkan. Kristus bahkan menyamakan mereka semua dengan diriNya (matius 25:31-46). Lalu apakah dari sini kita bisa menyamakan persepsi bahwa kalau kita mau meneladani Kristus, melayani Tuhan dan manusia itu berarti peduli dan ambil bagian dalam pelayanan terhadap mereka yang menderita dan tertindas itu sebagai tindakan nyata dan tentu saja menjadikan / lebih tepatnya mohon bantuan Roh Kudus sendiri untuk mampu dan memiliki sifat-sifat seperti Kristus yang rendah hati dan sebagainya? (bandingkan dengan Yesaya 61:1-3). Dan sebagaimana yang kita tahu bersama dan selalu didengung-dengungkan sebagai ciri khas kekristenan adalah KASIH. Lalu hidupnya sebagi garam dan terang- itu Semua tahu, tapi apakah semua juga melakukannya?(pribadi masing-masing yang menjawabnya). Tetapi sebagai gereja, sebagai penjelmaan tubuh Kristus (yang sampai saat ini masih belum bersatu utuh dengan Kristus sebagai kepala) di dunia, tentunya juga mengemban amanat agung dari Kristus sendiri dan memberlakukan kasih, sebagai garam dan sebagai terang bagi dunia. Kehadiran gereja yang menyejahterakan umat manusia, bukannya malah membuat masalah yang akhirnya nama Tuhan dicela dan tidak lagi dimuliakan. Lalu apakah selama ini gereja dan dalam hal ini termasuk pemudanya ikut menebarkan terang itu?, kebenaran itu?, keadilan itu? Atau malah menjadi sumber atau pembuat masalah? (walaupun kadang pembuat masalah diperlukan untuk membuat adanya perubahan tetapi tentunya perubahan ke arah kebaikan).
Tantangan bagi pemuda Kristen
Dengan mengetahui dan menyadari akan kondisi bangsa dengan masyarakat yang sebagian besar mengalami penderitaan dalam hampir di segala bidang kehidupan, lalu apa yang bisa diperbuat oleh pemuda Kristen ? Bagaimana pula antisipasi terhadap dampak globalisasi yang mau tidak mau harus dihadapi? Bagiamana pula sikap dan antisipasi terhadap permasalahan politik bangsa misalnya selama Pemilu 2004 ini (masih tersisa satu kali pemilu untuk memilih presiden 20 September mendatang)? Apa pula bentuk keprihatinan (Adakah?) terhadap permasalahan internasional seperti perang yg melanda beberapa negara atau permasalahan yang lainnya seperti membengkaknya kasus Narkoba dan HIV/AIDS di Indonesia yang mayoritas korbannya adalah pemuda dan 30%nya (yang diketahui/tercatat) adalah beragama Kristen. Bagaimana kita bisa menjawab semua pertanyaan itu?
Mengapa semua pertanyaan di atas muncul, (kalau benar pemikiran penulis) karena pemuda Kristen dalam gereja adalah bagian integral dari gereja itu sendiri, dan sebagai warga gereja juga adalah warga masyarakat baik Indonesia maupun dunia. yang sama-sama mendiami planet bumi ini (makna luas OIKUMENE). Segala permasalahan, penderitaan dan juga kebahagiaan suatu masyarakat sangat ditentukan oleh perilaku, sifat dan sikap dari warganya. (benarkan? Atau ada yang mendebat?)
Salah satu permasalahan yang sangat berpengaruh terhadap munculnya penderitaan masyarakat adalah ketidakadilan. Ketidakadilan terjadi baik itu di bidang ekonomi, sosial, hukum, keamanan dan sebagainya. Korupsi yang sudah berurat berakar seperti penyakit kanker di sekujur tubuh bangsa, ditambah dengan hutang yang tidak pernah habis bahkan terus ditambah. Belum lagi semangat kesukuan dan juga ekslusivisme agama secara radikal yang salah arah dan memicu konflik bahkan peperangan. Sepertinya sudah menjadi semacam lingkaran setan yang sulit dicari ujung pangkal dan penyelesaiannya. Masih banyak lagi permasalahan di negara ini seperti TKI yang dipulangkan, penyakit yang lagi ngetrend dan menyebar luas karena globalisasi dan kemajuan teknologi seperti SARS, PHK dan pengangguran, mutu sumber daya manusia yang sangat rendah karena kurang gisi dan jeleknya mutu pendidikan yang ada dan sebagainya, dan sebagainya. Lalu sekarang mau apa?
Bagaimana kiprah pemuda Kristen di masyarakat?
Kalau di gereja sedemikian aktifnya, dan menyadari betul kehadiran gereja di dunia / masyarakat, tentulah ada juga kiprahnya di masyarakat. Berbagai bidang bisa dan seharusnya ada peranannya dan itu tidak berarti harus memiliki suatu jabatan untuk bisa membuktikannya. Yang pasti tentunya semua setuju kalau peranan itu tidak hanya berupa bantuan secara karitatif tetapi yang transformatif, yang membawa perubahan dan ditujukan untuk semua golongan di masyarakat tanpa memandang suku, agama dan sebagainya. Dan tidak kalah pentingnya bahkan seharusnya dilakukan untuk menunjang semua peran dan kegiatan ini adalah PENGUATAN JEJARING ANTAR PEMUDA GEREJA DAN LEMBAGA/ORGANISASI LAIN YANG SEVISI. Visi di sini lebih secara universal, yaitu untuk kesejahteraan dan kebenaran dan keadilan masyarakat / dunia. Jejaring mulai di tingkat lokal sampai tingkat nasional bahkan internasional, sepertinya akan lebih bermakna dan bisa didengar. Mungkin sulit tetapi apa tidak mungkin?
Bagaimana dengan aksi yang praktis dan tidak hanya teori?
Contoh yang lagi ngetrend adalah pendirian suatu partai politik Kristen. Lalu apa bisa dan cukup, bila pemuda kristen atau lebih umum lagi warga negara kristen Indonesia ini ramai-ramai membuat partai supaya suaranya bisa didengar dan ikut menentukan kebijakan negara? Soal yang ke dua adalah pendirian suatu organisasi/lembaga swadaya masyarakat (LSM) yang bergerak di bidang pendampingan sosial (untuk petani, buruh, pengungsi, anak terlantar dan sebagainya). Haruskah semua pemuda gereja mendirikan LSM ini ramai-ramai?
(silahkan berpendapat untuk ke dua contoh soal ini atau mau menambah daftar aksi praktis lainnya).
Pikirkan juga segala macam bentuk program dan kegiatan dari komisi pemuda mulai dari tingkat jemaat,klasis/sector dan juga sinode dan sangat pula diharapkan program seperti apa yang bagus dan harus dibuat oleh biro pemuda PGI. Suatu program dengan kegiatan yang tidak hanya memikirkan permasalahan rohani dan permasalahan intern gereja tetapi juga lingkungan masyarakat sekitar.
PENUTUP
Segala ide dan pemikiran yang ideal bisa dituliskan dan diungkapkan, tetapi yang lebih penting adalah bisa dilakukan dan direalisasikan dan membawa perubahan ke arah kebaikan walupun itu mungkin hanya kecil atau sedikit. Bukankah IMAN TANPA PERBUATAN PADA HAKEKATNYA ADALAH MATI?
Semoga tulisan sederhana ini sedikit bisa berguna bagi kita semua khususnya yang hadir dalam studi regional ini.
Jakarta, Agustus 2004
Widowati
Biro pemuda PGI
disampaikan dalam Studi Regional pra PRPG wilayah Maluku dan Papua di Tobelo 28-30 Agt 2004
| Comments |
|
|
|||||||||||
|
|||||||||||
|
|||||||||||




