Pemuda Gereja Indonesia bukan sekedar Vokal Grup Saja
Written by Yanedi Jagau Monday, 28 July 2008 02:22
Vokal GrupSaya berani taruhan dan pastilah benar bahwa hampir semua gereja di Indonesia-- baik gereja kecil maupun gereja yang besar-- pasti memiliki vokal group.
Anda pasti tahu yang dimaksud vokal grup adalah sekelompok orang yang berolah suara dan dan memainkan alat musik. Personil vokal grup gereja tersebut umumnya beranggotakan orang muda. Minat kaum muda anggota warga gereja untuk menyanyi dalam vokal grup yang bertujuan memuji Tuhan adalah sesuatu yang baik dan patut kita dukung.
Pada beberapa gereja kegiatan vokal grup telah dikembangkan menjadi seni musik dan seni menyanyi yang lebih serius.
Bahkan pada beberapa gereja juga memiliki kelompok paduan suara atau disebut koor. Biasanya anggotannya bukan melulu orang muda melainkan cukup banyak juga yang sudah berusia 40 tahun ke atas.
Kita mestinya senang bahwa dengan adanya vokal grup ini julukan orang kristen sebagai “orang yang suka bernyanyi” menjadi fakta yang tak terbantahkan.
Tidak sedikit mantan penyanyi vokal grup gereja yang telah berhasil menjadi artis terkenal. Sebut saja misalnya Delon si Indonesia Idol, sebelum dikenal sebagai artis bersuara merdu, Delon adalah penyanyi gereja dan aktif dalam vokal grup gerejanya.
Kalau anda ingin tahu kenapa vokal grup berkembang di gereja, penyebab utama adalah sumber daya manusia kristen yang pada dasarnya suka menyanyi dan kebetulan dirumahnya terdapat buku nyanyian rohani dan buku lagu duniawi. Soal alat musik biasanya mereka menggunakan alat apa saja, perabot rumah tangga pun kadang-kadang menjadi alat musik, piring, gelas, sendok panci terkadang berbunyi merdu melengkapi gitar dan piano atau alat musik yang lazim dipakai sewaktu menyanyi.
Disamping itu vokal grup berkembang bukan hanya karena suasana gereja yang mendukung, kerapkali dukungan keluarga juga membuat kaum muda nyaman bernyanyi dan menghibur diri dan orang lain. Cukup banyak keluarga kristen yang sangat menghargai seni. Sejak lama dari turun temurun keluarga penyanyi mengajarkan generasi berikutnya yang kemudian terpola menyukai seni olah suara.
Selain itu pada setiap kebaktian baik pada keluarga, pemuda, remaja, maupun anak-anak, rasanya kebaktian tanpa bernyanyi bukanlah kebaktian memuji Tuhan yang sesungguhnya. Kebaktian tanpa bernyayi, ibarat makan tanpa nasi, bagai sayur tanpa garam. Vokal grup dan paduan suara adalah sebuah bonus dalam sebuah kebaktian, kelompok penyanyi yang tampil akan membuat suasana menjadi segar, hikmat dan terkadang juga ceria.
Mencari Macam dan Ragam Kegiatan Pemuda Gereja selain Vokal Grup
Sangat disayangkan bila ada yang berpikir bahwa kegiatan pemuda gereja berhenti pada vokal grup saja. Pemikiran seperti ini tentu saja mengecilkan eksistensi pemuda gereja. Pada beberapa gereja memang terlihat kegiatan pemuda gereja hanya berkisar pada Paduan Suara dan Vokal Group serta kebaktian pemuda rutin saja.
Kalaupun ada kegiatan lainnya seperti seminar, diskusi, pidato dan lainnya dianggap hanya pelengkap saja. Vokal grup dan paduan suara memang salah satu yang membuat persekutuan pemuda gereja makin dinamis.
Namun perlu diingat bahwa tidak semua pemuda gereja yang berminat dan hoby menyanyi.
Mereka yang kurang berminat pada dunia tarik suara biasanya menjauh dalam persekutuan pemuda, karena mereka tak memiliki wadah untuk melakukan kegiatan yang sesuai minat dan bakat. Jangan sampai terjadi gara-gara pemuda gereja hanya memusatkan perhatian pada vokal group mengakibatkan pemuda yang bersuara sumbang menjauh dari persekutuan pemuda gereja.
Oleh karena itu agar kegiatan pemuda lebih banyak warna, mestinya pemuda gereja berani memperluas macam dan cakupan kegiatannya.
Alternatif kegiatan pemuda dapat dicari dengan membuka seluruh hati dan indera pegetahuan. Siapakah yang perlu dibuka indera hati dan pengetahuannya, tentu saja yang pertama adalah pengurus persekutuan/komisi/biro/departemen atau seksi pemuda itu sendiri. Cara apa yang kita pakai, ya tentu saja cara gerejani yang kristiani.
Macam dan ragam kegiatan pemuda itu tak terbatas, yang membatasi mungkin kewenangan dan mandat yang dimiliki kepengrusan pemuda itu sendiri.
Pada paparan ini saya tidak akan membahas lebih jauh lagi, sebab tulisan ini dimaksudkan untuk menyoroti pokok persoalan bahwa pemuda gereja bukan hanya sekedar vokal grup.
Kalau saja vokal grup pemuda gereja anda bersatu padu dengan ragam kegiatan lainnya, niscaya eksistensi pemuda gereja menjadi lebih hidup dan bermanfaat bagi banyak orang.
Singkat kata pemuda gereja yang terlembaga pada badan struktur gereja memiliki pilihan kegiatan yang banyak jenis dan macam.
Membangun Rasa Percaya Diri
Beralih dari pembahasan vokal grup, pada tulisan ini saya juga ingin menyoroti sekilas suasana yang menyolok pada kelompok organisasi/komisi/seksi/ departemen pemuda gereja. Suasana yang menyolok pada pemuda gereja rupanya juga bermacam-macam-macam. Terdapat beberapa kelompok pemuda gereja hanya fokus pada vokal grup saja, seakan hidup matinya organisasi pemuda gereja tergantung pada koor dan vogrup setempat.
Selain itu saya juga melihat bahwa dari sekian banyak tumpukan masalah yang menghinggapi kaum muda gereja, saya banyak mendengar bahwa orang muda merasa kurang pede (baca Percaya diri).
Maklum saja pada usia yang belia mereka masih dalam proses mencari jati diri. Kegiatan berkomunikasi dengan orang yang berbeda suku, agama, umur dan lainnya seakan merintangi orang muda itu untuk menampakkan jati diri yang sesungguhnya.
Orang muda pada dasarnya adalah juga manusia biasa yang memiliki rasa malu, berani, takut dan lain-lain. Khusus saya menyoroti rasa kepercayaan diri pada tulisan ini adalah dalam rangka menyemangati orang muda melatih diri agar berani berpikir dan bertindak tanpa terhalang oleh rasa yang menekan diri.
Agar tidak terkesan berkhotbah dalam menulis, sengaja saya agak mencari pandangan agak lain dari theologi walaupun intinya tetap mengacu pada kitab suci kristen. Sudah cukup banyak ayat yang sering dikutip untuk menyemangai kaum muda. Saya tidak memaparkan hal itu disini, selain berusaha mencari sandaran pikiran kristiani yang tercantum dalam kitab-kitab perjanjian lama dan baru, mesti juga orang muda melatih diri dengan keras agar percaya pada kemampuan diri sendiri.
Rasa percaya diri dapat dicapai melalui berbagai cara. Latihan adalah salah satu cara. Orang muda mesti banyak latihan untuk mencapai rasa yakin dengan kemampuan dan kebisaannya. Orang muda membutuhkan kepercayaan diri agar tidak tidak berharap semata-mata pada mujizat. Tuhan tidak mau disederhanakan sebagai pribadi yang suka membuat mujizat. Sekalipun anda berdoa memohon mujizat, percaya diri tak muncul kalau tidak disertai upaya si pemuda sendiri.
Upaya-upaya membangun percaya diri dapat dilakukan secara berkelompok maupun perorangan. Percaya diri itu mesti ditanam dalam diri pribadi, ambil saja contoh seorang pemain bola seperti Christiano Ronaldo, dia tidak akan percaya diri bermain di Manchester United kalau ia tidak latihan dengan disiplin dan terkadang keras. Ronaldo sadar bahwa bakat hanya sekedar pelengkap saja, tapi yang utama adalah kemaunya yang sungguh kuat.
Apa hubungan percaya diri dan vokal grup, tentu saja ada kalau kita mau mencarinya, orang muda tidak akan bernyanyi dengan benar kalau dia gugup, minder dan percaya dirinya lembek. Suara yang mestinya merdu akan terdengar sumbang dan lirih gara-gara kurang pede.
Oleh karena itu singkatnya rasa percaya diri bukan saja membuat vokal grup menjadi kegiatan yang menyenangkan, tetapi mampu juga membuat pemuda berpikir secara luas mencari ragam kegiatan pemuda lainnya.
Pemuda-pemuda yang percaya diri niscaya mampu melewati dan dia kreatip mencari kegiatan pemuda yang lebih berwarna dan beragam
Tanpa mengecilkan arti vokal grup dan paduan suara, agar para pemuda tidak salah paham, dan merasa tulisan ini tidak melecehkan para penyanyi vokal grup, perlu ditegaskan disini bahwa vokal grup itu sangat penting tetapi lebih penting lagi bagaimana membuat organisasi pemuda gereja menjadi eksis, hidup dan bermanfaat.
Dengan rasa percaya diri pemuda gereja akan berkata, “Pemuda Gereja Indonesia Bukan Sekedar Vokal Grup saja”
Jakarta, 27 Juli 2008




